Selamat datang di http://rajiman77.blogspot.com {sometimes there is someone that is always there in the heart bur not in everyday life}

Buku Tamu

Rajiman {Ajie}

Jangan pernah mudah menyerah dan putus putus asa, terus dan teruslah berusaha karena suatu ketika HARAPAN dan IMPIAN itu akan menjadi kenyataan... Kita takkan terhindar dari Masalah, karena dengan masalah kan membuat kita menjadi Kuat, Dewasa dan Bijak…

Rajiman {Ajie}

Hidup Sehat, Awet Muda dan Bahagia dengan Produk MELILEA “Gaya Hidup Organik”.. {Rajiman, MID: 40174256}

Rajiman {Ajie}

Produk MELILEA : Greendfield Organic, Soya Drink (Susu Kedelai), Juice Apple, Kosmetik

Rajiman {Ajie}

Produk Kerajinan Tangan "HandyCraft" untuk Hiasan Dinding, Tempat Pen, Gantungan Kunci, Kenang-Kenangan dll

Rajiman {Ajie}, Agen: G550023.. Produk GLUTERA merupakan Rahasia Hidup Sehat dan Cantik Alami

1 Paket Glutera berisi : 25 sachet (5 box) Glutera Glutathione / Glutera Nitric Oxide + 1 Body Wsh 200ml + 1 Night Body Lotion 120ml + 1 Kartu Seri Aktivasi + 1 paper Bag, Brosur

Minggu, 05 Januari 2014

4 Jenis Nafsu

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita sebagai manusia biasa tak kan terlepas dari berbagai macam Godaan/Nafsu. Godaan/Nafsu yang sering kita alami termasuk godaan dari panca indra kita sendiri.

Ada 4 (empat) jenis Godaan/Nafsu dalam kehidupan ini :

1. Nafsu Amarah/Marah (warna Merah, unsur Api)
Nafsu Amarah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Telinga / Pendengaran.
Nafsu amarah sering disebut EGO adalah nafsu yang paling : rendah, buruk dan jahat dibandingkan dengan nafsu-nafsu yang lainnya.
Seperti dalam Firman Allah SWT :
“Karena Sesungguhnya nafsu amarah itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”. {QS. Yusuf : 53}

Nafsu amarah merupakan nafsu bawaan lahir menempati lapisan pembungkus terluar, merupakan pembungkus hati nurani dan cahaya nafsu ini berwarna Merah. Sebagai lapisan terluar nafsu ini biasanya cepat sekali respon/reaksinya jika ada sesuatu dibandingkan dengan nafsu lainnya.
Nafsu amarah berasal dari unsur Api, sama dengan jin yang diciptakan dari unsur api, dan nafsu i Disini ada kesamaan unsur antara pembuatan manusia dengan pembuatan jin ini membawa/mewarisi sifat-sifat dari Api.

Sifat-sifat dari api antara lain:
Api mempunyai sifat Panas, dalam diri kita akan selalu membangkitkan rasa panas, emosi, temperamen, mudah tersinggung dan ingin berantem, suka membuat orang lain jengkel dan jengkel sama orang lain, suka memecah belah dan adu domba, suka menfitnah, dan lain-lain.
Api mempunyai warna Merah, jika kita dikuasai nafsu ini muka dan telinga berwarna merah, detak jantungnya kencang (nafsu amarah ini berhungan dengan jantung) Api berposisi tegak keatas atau menantang, jika kita dikuasai oleh nafsu api amarah akan membuat kita sombong dan tidak mau menerima kebenaran, berprasangka buruk pada orang lain, merasa diri sendiri paling bersih.
Kita tetap memerlukan Nafsu Amarah, karena dengan nafsu ini kita akan mempunyai Ambisi. Ambisi untuk maju dan berusaha dalam kehidupan, tetapi Nafsu dan Ambisi yang dalam ajaran agama dan tidak merugikan orang lain. Kita harus pandai mengendalikan hawa amarah yang ditimbulkan oleh nafsu amarah.

Nafsu Amarah merupakan sahabat hidup kita yang menginginkan dan mengajak kearah politik, kecerdasan yang cenderung sombong (pemarah, merasa pandai yang tidak mau dilampaui orang lain). Sesabar apapun kita pasti masih terdapat sifat amarah apabila di ganggu orang lain yang teramat keterlaluan.
Secara ilmiah sifat Amarah merupakan bahwa kita hidup membutuhkan api, sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak api/panas tubuh akan mati maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung api/suhu panas.

2. Nafsu Mutmainah/ Lawwamah/ Kesucian (warna Putih, unsur Udara)
Nafsu Mutmainah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Hidung/Penciuman.
Firman Allah SWT :
“Dan tidak! Aku bersumpah dengan nafsu lauwamah (jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri)”. {QS. Al Qiyaamah : 2}

Nafsu lawwamah merupakan nafsu bawaan lahir menempati lapisan pembungkus kedua dari luar setelah nafsu amarah sebagai pembungkus hati nurani. Nafsu Lawwamah adalah nafsu yang selalu menyesali perbuatannya, baik perbuatan terpuji maupun perbuatan tercela, atau bisa diartikan bahwa nafsu ini diri yang tidak mempunyai pendirian.
Nafsu Lawwalah merupakan unsur Angin. Mari kita perhatikan tingkah laku dan sifat angin, angin bergerak tidak menentu arahnya (tidak punya pendirian) dan biasanya angin bergantung kepada musim dan tekanan angin.
Jika kita cenderung tidak mempunyai pendirian, mudah terbawa arus, plinplan dan mudah terseret mode/trend. Tetapi nafsu ini juga mempunyai sisi baik, tergantung bagaimana kita mensikapi dan mengendalikannya.

Nafsu Lawwamah merupakan perwujudan sahabat hidup kita yang selalu menginginkan dan mengajak kearah pemujaan terhadap kemegahan dan kemewahan harta dan benda duniawi. Dalam diri kita tak lepas dari keinginan untuk kesenangan duniawi/kaya walaupun hanya 0.1 %, oleh karena itu jangan munafik dengan harta dunia.
Secara ilmiah Nafsu Lawwamah merupakan pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan Angin/Udara sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak menghirup udara akan mati dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung udara.

3.Nafsu Sufiah/ Mulhimah/ Kesenangan (warna Kuning, unsur Air)
Nafsu Mulhimah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Mata/Penglihatan.
Nafsu mulhimah merupakan nafsu bawaan lahir menempati lapisan pembungkus ketiga dari luar setelah nafsu lawwamah sebagai pembungkus hati nurani.
Nafsu mulhimah berasal dari unsur Air dan mempunyai sifat seperti Air.
Sifat-sifat dari air antara lain:
Air selalu mencari posisi tempat yang paling rendah.
Artinya jika kita dikuasai oleh nafsu ini akan mempunyai sifat rendah hati terhadap sesama dan merasa rendah diri dihadapan Allah SWT.
Air selalu mengambil bentuk dari wadah yang ditempatinya.
Artinya jika kita dikuasai nafsu ini akan pandai menempatkan diri, membawa diri terhadap lingkungan sekitarnya serta bisa menyesuaikan diri kepada siapa yang sedang dihadapinya.
Kita juga mempunyai sifat empati, mudah merasa iba dan belas kasihan kepada orang lain serta suka menolong.

Nafsu Mulhimah merupakan sahabat hidup kita yang menginginkan dan mengajak untuk mengutamakan nafsu ibadah kepada Allah SWT. Sejahat apapun manusia di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik dan prinsifnya tidak ada orang jahat itu 100 % jahatnya.
Secara ilmiah sifat Mulhimah merupakan tanda bahwa kita hidup membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak minum akan mati maka dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung air.

4. Nafsu Alumuah/ Mutmainah/ Makanan (warna Hitam, unsur Bumi/Tanah)
Nafsu Alumuah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Mulut/Kenikmatan Rasa.
Firman Allah SWT :
“Hai jiwa yang tenang (Muthmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam syurga-Ku”. {QS. Al Fajr : 27-30}

Nafsu Mutmainah merupakan bawaan lahir menempati lapisan pembungkus keempat dari luar setelah nafsu mulhimah sebagai pembungkus hati nurani. Nafsu Mutmainah berasal dari unsur Tanah, dan mempunyai sifat seperti tanah.
Sifat-sifat dari tanah/bumi adalah:
Tanah/bumi sering disakiti tetapi malah selalu memberi Manfaat, kita perhatikan tanah yang selalu kita injak, dicangkuli, diambil isinya (hasil tambang), digunduli rambutnya (ditebangi pohongnya), dirubah bentuknya (diratakan) dan lain-lain. Tetapi tanah tetaplah Sabar. Jika Jika kita sudah mencapai tingkatan Nafsu ini, akan memiliki sifat yang Sabar, rela berkorban serta menanggung beban orang lain, lebih rajin dalam beribadah.

Nafsu Mutmainah merupakan perwujudan sahabat hidup kita yang selalu menginginkan dan mengajak kearah berani membunuh dan kejam apabila diganggu oleh orang lain. Warna Hitam sebagai perwujudan kulit. Selemah apapun kita di dalam diri terdapat sifat kejam / pembunuh dan ingin berontak, maka jangan anggap orang lemah itu tidak punya keberanian untuk membunuh.
Pepatah mengatakan “Semut jika keinjak akan menggigit apalagi kita sebagai manusia".
Secara ilmiah Nafsu Mutmainah menjadi pertanda bahwa kita hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber kehidupan atau jika kita tidak makan zat tanah akan mati, maka dapat di pastikan di dalam tubuh setiap manusia mengandung dzat tanah.

Hindari Sifat Ke-AKU-an

Urip ing alam bebrayan iku yekti angel, kudu biso ngereh marang pakone “si Aku”, ojo mung nggugu karepe dewe lan tansah nuruti howo nepsu. Luwih-luwih ing dino samengko, alam bebrayan ing donyo iku tansah kebak pradondi, silih ungkih rebutan benere dewe. Mulo sing baku, wong urip iku kudu biso miyak aling-aing kang nutupi pikiran kang wening. Lire, senajano sajroning pasulayan kudu tansah biso nyandet kemrungsung “si Aku” istingarah sakehing bedone panemu biso disawijeake.
Dalam menjalani hidup bermasyarakat itu memang susah/sulit, harus bisa meredam dan mengalahkan ke Aku an, jangan lantas seenak dan semaunya sendiri serta selalu menuruti hawa nafsu. Terlebih kelak dikemudian hari, dalam menjalani pergaulan bermasyarakat itu penuh dengan persoalan, perselisihan yang silih berganti serta saling berebut mencari menangnya sendiri. Yang utama dan penting adalah dalam menjalani kehidupan itu harus bisa membuka pintu penghalang yang menutupi kesadaran pemikiran kita. Walaupun menghadapi perselisihan dan perbedaan harus bisa menahan diri serta gejolak ke”AKU”an, berusaha agar perbedaan pendapat bisa disatukan.

Sabtu, 04 Januari 2014

Kejujuran adalah Anugerah

Sopo sing rumongso nduweni kaluputan, ojo isin ngowahi kaluputan sing wis kadung kantindakake. Ngakoni kaluputan mono wis cetho dudu tumindak kang asor, nanging malah nuduhake marang pakarti kang utomo kang ora gampang linakonan dening sadhengah wong. Wong kang wis biso nduweni watak ngakoni kaluputane mangkene iki pantes sinebut wong kang jujur sarto kasinungan ing budi luhur.
Jikalau kita merasa memiliki kesalahan, janganlah kita malu untuk mengakui serta merubah kesalahan yang sudah terlanjur terjadi. Mengakui kesalahan itu bukanlah perbuatan yang hina, tetapi justru menunjukkan watak serta perilaku yang utama dan tidak mudah dilakukan oleh sementara orang. Seseorang yang memiliki watak bersedia mengakui kesalahannya itu sangat pantas disebut orang yang jujur serta telah mendapatkan anugerah menjadi seorang yang berbudi pekerti luhur.

Mensikapi Tuduhan

Yen ati iwis gilig arep gawe kabecikan kanggo karaharjaning liyan lan bebrayan, ojo mikir roso uwas marang pandakwo olo kang ora nyoto. Srananono kanthi jembaring dodo lan sabaring nolo, amrih biso nuwuhake gedhening prbowo lan cabaring sakehing piolo.
Jika hati sudah mempunyai tekad yang bulat untuk berbuat kebaikan pada sesama juga kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat, jangan hiraukan rasa kawatir tentang tuduhan jelek yang tidak beralasan terhadap kita. Bekali dan landasi diri kita dengan dada yang lapang, hati yang sabar, agar dapat menumbuhkan rasa percaya diri, menambah besarnya wibawa dan hilangnya semua keburukan.

Berbicara Benar, Manis dan Manfaat

Yen arep rembugan iku pikiren dhisik tetembungan kang arep diucapke lan wetokne. Opo wis ngenggoni telung perkoro : Bener, Manis, Migunani. Ewo semono sing bener iku isih perlu dithinthingi maneh yen gawe gendrone liyan prayogone diwurungake. Dene tembung kang manis mono ora duwe pamrih, pamrihe biso gawe senenge liyan kang tundhone migunani tumrape jagading bebrayan.
Jika kita ingin mengeluarkan pendapat atau bermusyawarah atau berbicara dengan orang lain, terlebih dahulu kita pikirkan kata-kata dan kalimat yang akan kita ucapkan/sampaikan. Apakah sudah memperhatikan 3 kaidah utama : Benar, Manis, Manfaat. Walau kita sudah merasa kata-kata atau ucapan kita itu Benar, tetapi harus dipertimbangkan lagi, jika nantinya akan mengakibatkan orang lain tersinggung atau masalah bagi orang lain lebih baik dan bijak jika kita urungkan.
Berbeda dengan tutur kata yang Manis, karena tutur kata Manis itu tidak mempunyai pamrih kecuali semata ingin membuat orang lain senang atau bahagia dan akhirnya berManfaat untuk kehidupan bersama.

Jumat, 03 Januari 2014

Filosofi Pacul

Pacul adalah Cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Merupakan perkakas & lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.
Pacul adalah Papat kang uCul (empat yang lepas), yang mempunyai makna Kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yakni : bagaimana kita menggunakan Mata, Hidung, Telinga dan Mulut.
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan hidup.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat, saran & kritik.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang baik.

Nafsu adalah Pelayan & Majikan

Dalam menjalani kehidupan kita tidak akan lepas dari yang namanya Nafsu, dan tidak mungkin kita melenyapkan nafsu karena manusia hidup tidak akan lepas dari nafsu. Nafsu itu ibarat API dalam kehidupan kita. Jika nafsu menjadi Pelayan dalam kehidupan kita, dia akan sangat berguna sekali. Tetapi jika nafsu itu menjadi Majikan dalam kehidupan kita, dia akan sangat berbahaya sekali.
Nafsu itu merupakan "Pelayan yang Setia tetapi juga bisa menjadi Majikan yang Kejam" buat kita, kita harus mampu menjadikan dan mempertahankan "Nafsu sebagai Pelayan bukan Majikan" dalam kehidupan. Nafsu merupakan alat jadi harus kita peralat, maka akan tampak kegunaannya dalam kehidupan. Tetapi jika kita diperalat oleh nafsu, maka akan sangat berbahaya sekali buat kehidupan kita. Jika nafsu menjadi majikan dan memperalat kita, maka kita akan selalu mementingkan kepentingan pribadi (diri sendiri), berpamrih dalam melakukan sesuatu.
Kita sebagai manusia yang tak lepas dari kesalahan dan kekhilafan memang lemah, maka dari itu kita harus selalu Waspada dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar tidak diperbudak oleh Nafsu. Hanya dengan kehendak dan kekuasaan Allah SWT kita akan mampu untuk menjadikan Nafsu sebagai Pelayan dan sebagai Alat dalam kehidupan. Mari kita selalu berserah diri dan meningkatkan keImanan kepada Allah SWT agar kita senantiasa dalam lindungan serta bimbingan-Nya.