Selamat datang di http://rajiman77.blogspot.com {sometimes there is someone that is always there in the heart bur not in everyday life}

Buku Tamu

Rajiman {Ajie}

Jangan pernah mudah menyerah dan putus putus asa, terus dan teruslah berusaha karena suatu ketika HARAPAN dan IMPIAN itu akan menjadi kenyataan... Kita takkan terhindar dari Masalah, karena dengan masalah kan membuat kita menjadi Kuat, Dewasa dan Bijak…

Rajiman {Ajie}

Hidup Sehat, Awet Muda dan Bahagia dengan Produk MELILEA “Gaya Hidup Organik”.. {Rajiman, MID: 40174256}

Rajiman {Ajie}

Produk MELILEA : Greendfield Organic, Soya Drink (Susu Kedelai), Juice Apple, Kosmetik

Rajiman {Ajie}

Produk Kerajinan Tangan "HandyCraft" untuk Hiasan Dinding, Tempat Pen, Gantungan Kunci, Kenang-Kenangan dll

Rajiman {Ajie}, Agen: G550023.. Produk GLUTERA merupakan Rahasia Hidup Sehat dan Cantik Alami

1 Paket Glutera berisi : 25 sachet (5 box) Glutera Glutathione / Glutera Nitric Oxide + 1 Body Wsh 200ml + 1 Night Body Lotion 120ml + 1 Kartu Seri Aktivasi + 1 paper Bag, Brosur

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Rasa Duka & Suka

Rasa Duka dan Suka, dalam menjalani kehidupan kita pasti akan mengalami "Duka dan Suka". Timbulnya rasa Duka dan Suka disebabkan oleh permainan Pikiran dan sifatnya hanya sementara. Duka atau Suka muncul karena rasa Kekecewaan atau Kepuasan sebagai akibat tidak tercapainya dan tercapainya sesuatu yang kita inginkan dan rasa tersebut akan lenyap seiring dengan berjalannya waktu.

Minggu, 02 Maret 2014

Perbuatan merupakan Nasehat Terbaik

Wicoro kang metune kanthi tinoto runtut kang awujud sesuluh kanga mot piwulang becik, ajine pancen ngungkuli mas picis rojobrono, biso nggugah budi lan nguripake piker. Nanging kawuningono yen grengsenging piker lan uriping jiwo iku ora biso yen mung kagugah sarono wicoro. Kang wigati yoiku wicoro kang mowo tandang minongko tulodho. Jer tulodho mono sing biso nuwuhake kapitayan. Luwih-luwih mungguhing poro manggalaning projo kang wis pincoyo ngembani nuso lang bongso. Tutur kata atau kalimat yang kita ucapkan secara tertata rapi dan berupa nasehat tentang kebaikan, nilainya melebihi emas permata (perhiasan), dapat menumbuhkan atau membangkitkan budi pekerti dan menghidupkan pikiran. Tetapi jangan lupa memperhatikan bahwa semangat berfikir dan hidupnya, jiwa itu tidak dapat hanya sekedar dibangun melalui tutur kata saja. Yang lebih utama dalam memberikan tutur kata, nasehat kepada orang lain itu dibarengi dengan contoh tindakan dan perbuatan sebagai suri teladan.

Jumat, 28 Februari 2014

rasa Duka

Rasa "Duka" tidak dapat begitu saja dihilangkan dengan melalui Hiburan dan Pelarian. Yang utama adalah bagaimana kita membuka mata untuk melihat "Kenyataan", jangan membiarkan rasa Duka membutakan mata bathin kita. Penglihatan yang terang dengan melakukan pengamatan yang waspada akan menghasilkan Pengertian. Pengertian yang mendalam serta Kesadaran, akan menghilangkan Duka yang tiada guna serta melemahkan lahir bathin kita.

Kamis, 20 Februari 2014

Derita & Syukur

Dalam mengarungi kehidupan kita akan mengalami dan tidak akan terhindar dari kesusahan, penderitaan, banyak masalah, diremehkan bahkan dihina. Dengan semua itu janganlah kita lemah & mengalah pada keadaan. Terima dan jalani semua itu dengan Ikhlas serta diiringi dengan berdoa, berusaha & bersyukur yakinlah bahwa masih akan selalu ada HARAPAN Indah dilangkah kita berikutnya..

Minggu, 16 Februari 2014

ojo sok ngluputake

Ojo sok ngluputake, gedhene ngundhat-undhat wong liyo, samongso ora katekan opo kang dadi kekarepan. Becike tliti lan goleki sebab-sebab ing awake dhewe, amrih biso uwal soko dayaning pangiro-iro kang ora prayogo. Kawruhono, yen usadane watak apes sing njalari nganti ora katekan sedyane, ora ono liyo, yo dumunung ono ing awake dhewe. (Jangan suka menyalahkan atau memaki-maki orang lain apabila maksud kita tidak kesampaian. Lebih baik teliti dan cari sebab-sebab di dalam diri sendiri supaya bisa terlepas dari prasangka yang tidak semestinya. Ketahuilah bawa obat sial yang mengakibatkan keinginan tidak tercapai tidak ada selain dalam diri sendiri).

Sabtu, 15 Februari 2014

Pelajaran dari Kepiting

Pelajaran dari Kepiting
Sahabat, pasti sudah mengetahui binatang ”Kepiting”. Jika kita mengamati kebiasaan sekelompok kepiting yang sudah ditangkap dan dimasukkan dalam wadah, kepiting pasti akan berusaha keluar dari wadah tersebut dengan menggunakan capit-capitnya. Tetapi ada satu kebiasaan dari kepiting-kepiting tersebut jika ada salah satu dari kepiting yang sudah berhasil puncak wadah pasti kepiting yang lain akan menariknya turun kembali ke dasar wadah, sehingga tidak ada seekor kepitingpun yang berhasil keluar.
Pelajaran yang kita petik dari Kepiting adalah bahwa kepiting itu mempunyai sifat ”Pendengki (Iri)”.
Terkadang tanpa kita menyadari bahwa kita suka bertindak seperti kepiting yang mempunyai sifat ”Pendengki/Iri”. Kita sering bercuriga, berburuk sangka dan tidak senang jika melihat sahabat, tetangga atau saudara meraih kesuksesan. Dalam istilah ”Senang melihat orang lain Susah & Susah melihat orang lain Senang”.
Dalam menjalani kehidupan dunia yang keras ini kita harus hati-hati mensikapi perjalanan hidup yang penuh liku dan persaingan yang ketat dalam memujudkan Impian. Sifat dengki, iri dan kemunafikan tanpa kita sadari sering muncul seiring terjalinnya hubungan dengan sesama. Sifat-sifat tersebut harus dihindari, karena dengan sifat-sifat tersebut menguasai kita justru akan membunuh karir dan rejeki kita.
Dalam menjalani kompetisi kehidupan adalah bagaimana kita menjalankan serta mengembangkan diri seutuhnya. Jika kita berkembang dengan sehat dan baik itu merupakan bagian dari sebuah kemenangan tetapi juga merupakan bagian dari sebuah kekalahan dalam persaingan. Jika kita mampu berkembang dengan benar kita akan menjadi ”Pemenang Sejati” dalam kehidupan.

Ciri-ciri seseorang yang mempunyai sifat Pendengki adalah :
1. Mempunyai sifat pendendam (selalu mengingat kesalahan orang lain), senang menyalahkan orang lain dan kesalahan orang lain selalu dijadikan pedoman dalam menentukan langkah selanjutnya.
2. Tidak mau introspeksi diri / mawas diri, senang mengkritik orang lain tetapi tidak mau menerima kritikan dari orang lain.
3. Suka menceritakan dan mencari kelemahan serta kekurangan orang lain tetapi tidak mau mengetahui kelemahan diri sendiri.

Semoga kita dijauhkan dari sifat ”Iri Hati / Pendengki”, jangan sampai kita dijangkiti ”Virus” yang membahayakan diri ini. Alangkah bijaknya jika kita selalu berusaha untuk melakukan ”Evaluasi / Introspeksi Diri”. Dalam melakukan sebuah Perbaikan Diri itu tidak ada kata terlambat, jika kita mempunyai niat yang kuat untuk melakukannya.
Rasulullah SAW bersabda : ”Jauhilah sifat dengki, karena dengki memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR Abu Dawud)

Rabu, 12 Februari 2014

Pelajaran dari Pohon Bambu

Pelajaran dari Pohon Bambu
Kita semua pasti mengenal dan mengetahui pohon Bambu yang banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan, disaat muda rebungnya dapat dijadikan sayur, dan saat tua batangnya banyak sekali manfaatnya. Pohon bambu tumbuh lurus menjulang keatas dan merupakan tanaman yang banyak sekali manfaatnya, tanaman bambu merupakan tanaman rumput yang hidup berumpun juga bisa hidup dengan aneka cuaca baik tropis maupun subtropis, bambu berakar kokoh sehingga ada anginpun bambu bisa bertahan dan bergoyang menimbulkan irama suara alam.

Pelajaran yang kita ambil adalah :
1. Jika kita ingin menjadi orang yang besar dan hebat haruslah membuat pondasi terlebih dahulu sehingga tidak akan mudah goyah oleh berbagai macam cobaan dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
2. Dalam menjalani kehidupan kita harus mempunyai Karakter dan Cara Hidup, bisa menggali potensi diri, bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan disekitar kita serta harus menjadi pribadi yang luar biasa.
3. Kegigihan dan keinginan yang kuat untuk mempertahankan Hidup dalam segala kondisi dan situasi sulit sekalipun. Jangan terkekang oleh Kegagalan, tetapi harus bangkit untuk melakukan evaluasi dan berusaha lagi untuk meraih keberhasilan.
4. Bambu juga mengajari kita tentang Fleksibilitas, kita harus fleksibel dalam menghadapi serta mensikapi segala Tantangan, Kesulitan dan Permasalahan.

Selasa, 11 Februari 2014

Kebencian

Dalam kehidupan kita pasti tidak akan terlepas dari perasaan “Benci/Kebencian”, yang menjadi penyebab utama rasa Benci/Kebencian adalah rasa sayang dan iba terhadap diri (egois) serta didorong oleh Iri hati. Jika diri kita merasa dirugikan maka akan timbul bibit nafsu kebencian. Jika kebencian sudah menguasai hati, maka akan tertutup mata bathinnya serta akan memicu perbuatan-perbuatan yang kejam. Kebencian akan berdampak pertentangan dan permusuhan juga menciptakan perbuatan yang merugikan dan merusak dan yang paling dirugikan adalah diri yang dihinggapi rasa benci itu sendiri.

Rabu, 05 Februari 2014

Nafsu dan Kebahagiaan

Kebahagiaan itu selalu ada dalam kehidupan ini tetapi kita tidak menyadari kehadirannya, kebahagiaan tidak mungkin hadir bagi orang yang mengejar dan mencarinya. Keinginan untuk memperoleh kebahagiaan itu merupakan Nafsu dan selama Nafsu menguasai hati dan pikiran kita maka yang dikejar itu adalah Kesenangan semata dan sudah menjadi hukum alam jika kita mengejar Kesenangan pasti akan bertemu dengan Kesusahan.
Terkadang dalam keadaan sehat jarang sekali kita menyadari betapa berartinya kesehatan, dan disaat kita mengalami sakit barulah kita menyadari betapa senangnya dan indahnya disaat kita sehat.
Demikian juga dengan Kebahagiaan, jika sesuatu terjadi dan membuat kita merana dan merasa tidak bahagia, saat itulah kita merasakan haus kebahagiaan. Selama hati dan pikiran kita bergelimang dengan Nafsu, kita akan selalu merasa kehausan akan sesuatu yang lebih dan tidak pernah merasa puas dengan segala apa yang sudah ada dan kita miliki. Pengejaran akan sesuatu yang lebih dan kita anggap membahagiakan itu justru merupakan "Penghancur Kebahagiaan".

Senin, 03 Februari 2014

Pelajaran dari Pohon Bambu

Pelajaran dari Pohon Bambu
Kita semua pasti mengenal dan mengetahui pohon Bambu yang banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan, disaat muda rebungnya dapat dijadikan sayur, dan saat tua batangnya banyak sekali manfaatnya. Pohon bambu tumbuh lurus menjulang keatas dan merupakan tanaman yang banyak sekali manfaatnya, tanaman bambu merupakan tanaman rumput yang hidup berumpun juga bisa hidup dengan aneka cuaca baik tropis maupun subtropis, bambu berakar kokoh sehingga ada anginpun bambu bisa bertahan dan bergoyang menimbulkan irama suara alam.
Pelajaran yang kita ambil adalah :
1. Jika kita ingin menjadi orang yang besar dan hebat haruslah membuat pondasi terlebih dahulu sehingga tidak akan mudah goyah oleh berbagai macam cobaan dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
2. Dalam menjalani kehidupan kita harus mempunyai Karakter dan Cara Hidup, bisa menggali potensi diri, bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan disekitar kita serta harus menjadi pribadi yang luar biasa.
3. Kegigihan dan keinginan yang kuat untuk mempertahankan Hidup dalam segala kondisi dan situasi sulit sekalipun. Jangan terkekang oleh Kegagalan, tetapi harus bangkit untuk melakukan evaluasi dan berusaha lagi untuk meraih keberhasilan.
4. Bambu juga mengajari kita tentang Fleksibilitas, kita harus fleksibel dalam menghadapi serta mensikapi segala Tantangan, Kesulitan dan Permasalahan.

Rabu, 29 Januari 2014

"Baik & Buruk, Benar & Salah"

Dalam kehidupan kita akan menemukan "Baik & Buruk, Benar & Salah".
Semua itu hanyalah merupakan pandangan kita yang disesuaikan dengan didasari nafsu mementingkan diri sendiri. Tidak ada manusia baik dan manusia jahat, manusia ya manusia, tidak baik dan tidak jahat. Baik dan Buruknya itu tergantung pada pendapat diri masing-masing, pendapat mereka yang merasa diuntungkan dan dirugikan. Pendapat manusia itu kabanyakan didasari oleh sifat mementingkan diri sendiri.
Contoh, walau banyak orang menganggap seseorang itu baik, jika orang itu merugikan diri kita pasti kita akan menganggap "Jahat". Sebaliknya walau banyak orang menganggap seseorang itu jahat, jika orang itu menguntungkan diri kita pasti kita akan menganggap "Baik".
Demikian juga dengan Perbuatan, perbuatan ya perbuatan. Benar dan salahnya, baik dan buruknya perbuatan itu merupakan pendapat kita yang terkena akibat dari perbuatan tersebut. Jika menguntungkan dianggap "Benar" tetapi jika merugikan maka dianggap "Salah". Yang benar dan baik buat diri sendiri itu bukan mutlak sebuah kebenaran, yang baik dan benar menurut pendapat umum itu merupakan kebenaran.

Selasa, 28 Januari 2014

Pelajaran dari Kupu-Kupu

Sahabat, mari kita perhatikan betapa indahnya seekor ”Kupu-Kupu” yang terbang mengepakkan sayap dan disaat hinggap diatas bunga, begitu cantik motif/corak dan warna sayapnya. Jika kita bertanya kepada Kupu-kupu tersebut, apakah dia mengetahui betapa Indah sayap yang dimilikinya?
Jawaban Kupu-kupu adalah ”Tidak mengetahuinya”.
Pelajaran yang kita petik adalah :
Kita jangan pernah menilai dan mengukur seberapa tinggi ilmu yang kita miliki dan seberapa pandai diri kita. Biarlah orang lain yang akan menilai seberapa tinggi ilmu kita dan seberapa pintar diri kita, karena jika kita sendiri yang menilai maka akan mudah berlaku ”Sombong”. Usahakan melakukan dan mengerjakan yang terbaik atas apa yang menjadi pikiran dan rencana kita. Jangan menilai apa yang telah kita kerjakan tetapi biarlah orang lain yang melihat serta menilai apa yang kita kerjakan dan lakukan.

Minggu, 26 Januari 2014

Doa, Usaha & Syukur

Dalam mengarungi kehidupan kita akan mengalami dan tak akan terhindar dari kesusahan, penderitaan, banyak masalah, diremehkan bahkan dihina. Dengan semua itu janganlah kita lemah & mengalah pada keadaan. Terima dan jalani semua itu dengan Ikhlas serta diiringi dengan berdoa, berusaha & bersyukur yakinlah bahwa masih akan selalu ada HARAPAN Indah dilangkah kita berikutnya..

Sabtu, 25 Januari 2014

merasa benar sendiri ??

Wong kang nduweni watak tansah njaluk benere dhewe iku adate banjur kathukulan bendhana seneng nenacad lan ngluputake marang panemu sarto tindak tanduke wong liyo. Mendah becike yen wong sing koyo mangkono mau kolo-kolo gelem nggraito ing njero batine: “mbokmenowo aku sing kleru, mulo coba dak tlitine klawan adil sopo sing sejatine nyoto-nyoto bener”..
Orang yang mempunyai watak selalu merasa benar sendiri umumnya juga mempunyai tambahan watak suka mencela dan menyalahkan pendapat dan perilaku orang lain. Alangkah baiknya kalau orang seperti itu kadang-kadang mau berpikir dalam hatinya: “Jangan-jangan saya yang salah, coba saya teliti lebih bijak/adil siapa yang sejatinya benar”.

Kekayaan, Kehormatan & Kekuasaan

Sugih singgih kalah karo kuwoso. Sing kuwoso kapengin mukti wibowo, sing mukti wibowo isih ngresulo butuh dhuwit, sing sugih dhuwit kapengin singgih, sing singgih kepengin kuwoso, sing kuwoso kepengin mukti wibowo. Bola-bali kareping manungso kang mung mburu howo nepsu.
Kekayaan dan Kehormatan kalah sama Kekuasaan. Yang berkuasa ingin dihormati, yang terhormat masih mengeluh butuh uang, yang kaya ingin terhormat, yang terhormat ingin kuasa. Itulah keinginan manusia yang mengutamakan Nafsu dunia semata.

kendalikan Emosi

Dalam menghadapi segala sesuatu permasalahan yang dihadapi kita harus mampu mengendalikan emosi serta mengutamakan hati nurani dalam mengambil sesuatu tindakan serta ditinjau dulu benar salahnya. Tantangan yang terberat adalah bersabar dalam menghadapi diri kita sendiri...

Kamis, 23 Januari 2014

Menyesuaikan Diri & Menerima Keadaan

Menyesuaikan Diri & Menerima Keadaan
Dalam menjalani kehidupan ini, kita harus bisa "Menyesuaikan Diri dengan Keadaan dan Menerima Keadaan penuh Kesadaran".
Menyesuaikan diri dengan keadaan dalam arti kita harus bisa menyesuaikan diri tanpa harus memaksakan hati serta perasaan sendiri agar senantiasa merasa puas, kita harus siap menerima dan mensyukuri segala kekurangan dan kelebihan kita. Menginginkan sesuatu yang jauh diluar jangkauan dan tidak mungkin kita jangkau bukan merupakan sikap menyesuaikan diri. Bersikap tidak cocok dengan sekeliling kita dan ingin menang sendiri serta membawa kehendak sendiri itu bukan merupakan sikap menyesuaikan diri. Kita harus berusaha menghindar dari kedua sikap tersebut.
"Jika sedang dalam posisi berkedudukan tinggi (berpangkat) tidak mudah menghina bawahan, dalam kedudukan rendah tidak menjilat atasan. Berusaha untuk memperbaiki kekurangan diri dan menghindari menyalahkan orang lain".
Menerima keadaan dengan penuh Kesadaran merupakan sikap dimana kita bisa menerima segala bentuk keadaan dan kejadian yang menimpa diri dengan keikhlasan dan dengan penuh kesadaran bahwa semua itu terjadi karena kehendak-Nya serta tidak dengan mudah menyalahkan Allah SWT dan orang lain.
Dalam menghadapi dan mensikapi kegagalan berusaha menerima dengan Ikhlas dan kesadaran bahwa kegagalan merupakan akibat dari sebab, dan sebab itulah yang harus dicari untuk bahan melakukan koreksi dan evaluasi diri.
"Dalam menghadapi dan mensikapi Kegagalan/Musibah/Malapetakan yang menimpa diri dengan melakukan Intropeksi diri (memeriksa diri sendiri) lalu melakukan Self-Koreksi tanpa harus membenci serta menyalahkan (mencari kesalahan) orang lain".

Rabu, 22 Januari 2014

Rendah Hati & berSyukur

Rendah Hati & berSyukur
Dalam menjalani kehidupan kita harus flexsible untuk menengok keatas dan kebawah.
Jika kita menengok keatas maka akan melihat betapa banyak orang yang lebih pandai, lebih bijak, lebih kaya dan lebih segalanya dari keadaan kita.
Kita harus berkata pada diri sendiri : "Enyahlah Keangkuhan dan Kesombongan".
Jika menengok kebawah makan akan melihat betapa banyaknya orang yang lebih bodoh, lebih miskin, lebih menderita dan lain sebagainya dari keadaan kita.
Kita harus berkata pada diri sendiri : "Pergilah Keputus-asaan dan Kerendah-dirian".
Dengan menengok keatas dan kebawah, kita akan selalu merasa berSyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada kita, kita akan selalu merasa rendah hati dan tidak rendah diri.

Kendalikan Emosi

Dalam menghadapi segala sesuatu permasalahan yang dihadapi kita harus mampu mengendalikan emosi serta mengutamakan hati nurani dalam mengambil sesuatu tindakan serta ditinjau dulu benar salahnya. Tantangan yang terberat adalah bersabar dalam menghadapi diri kita sendiri...

Sabtu, 18 Januari 2014

Filosofi Samudra

Samudra mempunyai sifat luas, rata, berbobot.
Makna kehidupan yang kita petik :
Kita harus dapat berfungsi laksana samudra yakni memiliki pandangan yang luas dalam menghadapi sesuatu, rata dan sanggup menerima persoalan apapun dan tidak boleh membenci terhadap sesama.