Selamat datang di http://rajiman77.blogspot.com {sometimes there is someone that is always there in the heart bur not in everyday life}

Buku Tamu

Rajiman {Ajie}

Jangan pernah mudah menyerah dan putus putus asa, terus dan teruslah berusaha karena suatu ketika HARAPAN dan IMPIAN itu akan menjadi kenyataan... Kita takkan terhindar dari Masalah, karena dengan masalah kan membuat kita menjadi Kuat, Dewasa dan Bijak…

Rajiman {Ajie}

Hidup Sehat, Awet Muda dan Bahagia dengan Produk MELILEA “Gaya Hidup Organik”.. {Rajiman, MID: 40174256}

Rajiman {Ajie}

Produk MELILEA : Greendfield Organic, Soya Drink (Susu Kedelai), Juice Apple, Kosmetik

Rajiman {Ajie}

Produk Kerajinan Tangan "HandyCraft" untuk Hiasan Dinding, Tempat Pen, Gantungan Kunci, Kenang-Kenangan dll

Rajiman {Ajie}, Agen: G550023.. Produk GLUTERA merupakan Rahasia Hidup Sehat dan Cantik Alami

1 Paket Glutera berisi : 25 sachet (5 box) Glutera Glutathione / Glutera Nitric Oxide + 1 Body Wsh 200ml + 1 Night Body Lotion 120ml + 1 Kartu Seri Aktivasi + 1 paper Bag, Brosur

Kamis, 30 Januari 2014

Pelajaran Hidup Kupu-kupu

Pelajaran Hidup Kupu-kupu
Mari kita perhatikan Kupu-kupu, untuk menjadi Kupu-kupu yang indah itu melalu proses yang panjang serta di godok dalam kehidupan kepompong yang sempit dan disaat masih menjadi ulat pun dianggap menjijikan serta merugikan.
Dari kupu-kupu kita mendapatkan pelajaran tentang Hidup dan Kerja Keras.
Allah SWT itu Maha Adil, akan ada kebahagiaan bagi kita yang mengalami proses perjuangan dan mengalami kepahitan hidup. Hidup itu penuh perjuangan serta memerlukan Proses yang panjang, berliku juga pahit.
Mereka yang mengalami proses saat berhasil maka akan benar-benar bisa memanfaatkan apa yang didapat dan ringan berbagi kepada yang membutuhkan. Tetapi yang tidak mengalami proses dan hanya tinggal menikmati warisan dari orang tua kebanyakan tidak dapat mamanfaatkan dengan baik, dikarenakan tidak merasakan pahitnya perjuangan.

Rabu, 29 Januari 2014

"Baik & Buruk, Benar & Salah"

Dalam kehidupan kita akan menemukan "Baik & Buruk, Benar & Salah".
Semua itu hanyalah merupakan pandangan kita yang disesuaikan dengan didasari nafsu mementingkan diri sendiri. Tidak ada manusia baik dan manusia jahat, manusia ya manusia, tidak baik dan tidak jahat. Baik dan Buruknya itu tergantung pada pendapat diri masing-masing, pendapat mereka yang merasa diuntungkan dan dirugikan. Pendapat manusia itu kabanyakan didasari oleh sifat mementingkan diri sendiri.
Contoh, walau banyak orang menganggap seseorang itu baik, jika orang itu merugikan diri kita pasti kita akan menganggap "Jahat". Sebaliknya walau banyak orang menganggap seseorang itu jahat, jika orang itu menguntungkan diri kita pasti kita akan menganggap "Baik".
Demikian juga dengan Perbuatan, perbuatan ya perbuatan. Benar dan salahnya, baik dan buruknya perbuatan itu merupakan pendapat kita yang terkena akibat dari perbuatan tersebut. Jika menguntungkan dianggap "Benar" tetapi jika merugikan maka dianggap "Salah". Yang benar dan baik buat diri sendiri itu bukan mutlak sebuah kebenaran, yang baik dan benar menurut pendapat umum itu merupakan kebenaran.

Selasa, 28 Januari 2014

Pelajaran dari Kupu-Kupu

Sahabat, mari kita perhatikan betapa indahnya seekor ”Kupu-Kupu” yang terbang mengepakkan sayap dan disaat hinggap diatas bunga, begitu cantik motif/corak dan warna sayapnya. Jika kita bertanya kepada Kupu-kupu tersebut, apakah dia mengetahui betapa Indah sayap yang dimilikinya?
Jawaban Kupu-kupu adalah ”Tidak mengetahuinya”.
Pelajaran yang kita petik adalah :
Kita jangan pernah menilai dan mengukur seberapa tinggi ilmu yang kita miliki dan seberapa pandai diri kita. Biarlah orang lain yang akan menilai seberapa tinggi ilmu kita dan seberapa pintar diri kita, karena jika kita sendiri yang menilai maka akan mudah berlaku ”Sombong”. Usahakan melakukan dan mengerjakan yang terbaik atas apa yang menjadi pikiran dan rencana kita. Jangan menilai apa yang telah kita kerjakan tetapi biarlah orang lain yang melihat serta menilai apa yang kita kerjakan dan lakukan.

Minggu, 26 Januari 2014

Doa, Usaha & Syukur

Dalam mengarungi kehidupan kita akan mengalami dan tak akan terhindar dari kesusahan, penderitaan, banyak masalah, diremehkan bahkan dihina. Dengan semua itu janganlah kita lemah & mengalah pada keadaan. Terima dan jalani semua itu dengan Ikhlas serta diiringi dengan berdoa, berusaha & bersyukur yakinlah bahwa masih akan selalu ada HARAPAN Indah dilangkah kita berikutnya..

Sabtu, 25 Januari 2014

merasa benar sendiri ??

Wong kang nduweni watak tansah njaluk benere dhewe iku adate banjur kathukulan bendhana seneng nenacad lan ngluputake marang panemu sarto tindak tanduke wong liyo. Mendah becike yen wong sing koyo mangkono mau kolo-kolo gelem nggraito ing njero batine: “mbokmenowo aku sing kleru, mulo coba dak tlitine klawan adil sopo sing sejatine nyoto-nyoto bener”..
Orang yang mempunyai watak selalu merasa benar sendiri umumnya juga mempunyai tambahan watak suka mencela dan menyalahkan pendapat dan perilaku orang lain. Alangkah baiknya kalau orang seperti itu kadang-kadang mau berpikir dalam hatinya: “Jangan-jangan saya yang salah, coba saya teliti lebih bijak/adil siapa yang sejatinya benar”.

Kekayaan, Kehormatan & Kekuasaan

Sugih singgih kalah karo kuwoso. Sing kuwoso kapengin mukti wibowo, sing mukti wibowo isih ngresulo butuh dhuwit, sing sugih dhuwit kapengin singgih, sing singgih kepengin kuwoso, sing kuwoso kepengin mukti wibowo. Bola-bali kareping manungso kang mung mburu howo nepsu.
Kekayaan dan Kehormatan kalah sama Kekuasaan. Yang berkuasa ingin dihormati, yang terhormat masih mengeluh butuh uang, yang kaya ingin terhormat, yang terhormat ingin kuasa. Itulah keinginan manusia yang mengutamakan Nafsu dunia semata.

kendalikan Emosi

Dalam menghadapi segala sesuatu permasalahan yang dihadapi kita harus mampu mengendalikan emosi serta mengutamakan hati nurani dalam mengambil sesuatu tindakan serta ditinjau dulu benar salahnya. Tantangan yang terberat adalah bersabar dalam menghadapi diri kita sendiri...

Jumat, 24 Januari 2014

Pelajaran dari Kodok

Cerita Tentang KODOK ...
Sekelompok kodok sedang berjalan jalan melintasi hutan dan dua di antaranya jatuh kedalam sebuah lubang. Semua kodok kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok di dalam lubang bahwa mereka lebih baik mati.
Tetapi... Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar tersebut dan mencoba melompat keluar dari lubang dengan segala kemampuan yang ada. Bahkan ketika sekian lama usaha tidak berhasil dan kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati, kedua kodok tersebut tetap berusaha terus terus dan terus.
Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedangkan kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok-kodok itu berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia tetap berusaha dan bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil.
Ketika dia sampai diatas, ada kodok yang bertanya :
"Apa kau tidak mendengar teriakan kami ?".
Setelah membaca gerak bibir dari kodok yang lain, kodok tersebut baru menyadari maksud teriakan kodok yang lain tadi, kemudian kodok itu memberitahukan bahwa ia tuli. Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Pelajaran yang kita ambil:
1. Kekuatan hidup dan mati ada di lidah. Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka.
2. Jangan sekali kali mendengar kata orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif atau pesimis, karena mereka akan mengambil sebagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita.
3. INGAT.... Segala sesuatu yang kita dengar dan baca akan dapat mempengaruhi kita ...!

Jangan ragu untuk memberikan ”Kata-kata Kehidupan” kepada mereka yang sedang membutuhkan dan menjauh dari jalur hidupnya. Terkadang memang sulit dimengerti bahwa ”Kata-kata Kehidupan” dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.
Semua orang dapat mengeluarkan ”Kata-kata Kehidupan” untuk membuat saudara, teman atau bahkan kepada yang tidak dikenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya dan keterpurukannya.

Sungguh indah apabila kita dapat memberikan masukan dan meluangkan waktu untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh.
Karena itu : Selalu tetap berfikir ... POSITIVE... I can do this !!!
Dan yang terpenting :
Bersikap TULI jika ada orang mengatakan bahwa KITA tidak bisa mencapai Cita-Cita kita !!!

Kamis, 23 Januari 2014

Menyesuaikan Diri & Menerima Keadaan

Menyesuaikan Diri & Menerima Keadaan
Dalam menjalani kehidupan ini, kita harus bisa "Menyesuaikan Diri dengan Keadaan dan Menerima Keadaan penuh Kesadaran".
Menyesuaikan diri dengan keadaan dalam arti kita harus bisa menyesuaikan diri tanpa harus memaksakan hati serta perasaan sendiri agar senantiasa merasa puas, kita harus siap menerima dan mensyukuri segala kekurangan dan kelebihan kita. Menginginkan sesuatu yang jauh diluar jangkauan dan tidak mungkin kita jangkau bukan merupakan sikap menyesuaikan diri. Bersikap tidak cocok dengan sekeliling kita dan ingin menang sendiri serta membawa kehendak sendiri itu bukan merupakan sikap menyesuaikan diri. Kita harus berusaha menghindar dari kedua sikap tersebut.
"Jika sedang dalam posisi berkedudukan tinggi (berpangkat) tidak mudah menghina bawahan, dalam kedudukan rendah tidak menjilat atasan. Berusaha untuk memperbaiki kekurangan diri dan menghindari menyalahkan orang lain".
Menerima keadaan dengan penuh Kesadaran merupakan sikap dimana kita bisa menerima segala bentuk keadaan dan kejadian yang menimpa diri dengan keikhlasan dan dengan penuh kesadaran bahwa semua itu terjadi karena kehendak-Nya serta tidak dengan mudah menyalahkan Allah SWT dan orang lain.
Dalam menghadapi dan mensikapi kegagalan berusaha menerima dengan Ikhlas dan kesadaran bahwa kegagalan merupakan akibat dari sebab, dan sebab itulah yang harus dicari untuk bahan melakukan koreksi dan evaluasi diri.
"Dalam menghadapi dan mensikapi Kegagalan/Musibah/Malapetakan yang menimpa diri dengan melakukan Intropeksi diri (memeriksa diri sendiri) lalu melakukan Self-Koreksi tanpa harus membenci serta menyalahkan (mencari kesalahan) orang lain".

Rabu, 22 Januari 2014

Rendah Hati & berSyukur

Rendah Hati & berSyukur
Dalam menjalani kehidupan kita harus flexsible untuk menengok keatas dan kebawah.
Jika kita menengok keatas maka akan melihat betapa banyak orang yang lebih pandai, lebih bijak, lebih kaya dan lebih segalanya dari keadaan kita.
Kita harus berkata pada diri sendiri : "Enyahlah Keangkuhan dan Kesombongan".
Jika menengok kebawah makan akan melihat betapa banyaknya orang yang lebih bodoh, lebih miskin, lebih menderita dan lain sebagainya dari keadaan kita.
Kita harus berkata pada diri sendiri : "Pergilah Keputus-asaan dan Kerendah-dirian".
Dengan menengok keatas dan kebawah, kita akan selalu merasa berSyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada kita, kita akan selalu merasa rendah hati dan tidak rendah diri.

Kendalikan Emosi

Dalam menghadapi segala sesuatu permasalahan yang dihadapi kita harus mampu mengendalikan emosi serta mengutamakan hati nurani dalam mengambil sesuatu tindakan serta ditinjau dulu benar salahnya. Tantangan yang terberat adalah bersabar dalam menghadapi diri kita sendiri...

Minggu, 19 Januari 2014

Banjir Pondok Pinang|Kamp. Baru|19012014|Kali Pesanggrahan

Evakuasi warga Pondok Pinang dari dampak luapan kali Pesanggrahan, ketinggian air kisaran 160-200an cm, Minggu 19 Januari 2014

Sabtu, 18 Januari 2014

Filosofi Samudra

Samudra mempunyai sifat luas, rata, berbobot.
Makna kehidupan yang kita petik :
Kita harus dapat berfungsi laksana samudra yakni memiliki pandangan yang luas dalam menghadapi sesuatu, rata dan sanggup menerima persoalan apapun dan tidak boleh membenci terhadap sesama.

Jumat, 17 Januari 2014

Salah, Khilaf & Cacat

Tiada gading yang tak retak, tiada manusia didunia ini yang sempurna tanpa cacad.
Kita sebagai manusia tentunya tak kan lepas dari : Salah, Khilaf & Cacad; memiliki kekurangan & kelebihan; memiliki kebaikan dan keburukan masing-masing. Seorang yang sedang khilaf atau melakukan perbuatan buruk disebut Jahat, dan orang tersebut sebenarnya sedang dihinggapi penyakit. Bukan sakit jasmani tetapi sakit rohani (bathin). Seperti halnya penyakit jasmani yang dapat diobati, penyakit rohani (bathin) pun juga bisa diobati. Seseorang yang sedang sakit hari ini, besuk atau lusa bisa sembuh, demikian juga orang yang sedang khilaf hari ini, besuk atau lusa juga bisa menyadari kekhilafannya dan bertobat.
Seseorang yang sedang baik/sehat jangan sekali-kali Takabur & Sombong karena sewaktu-waktu bisa saja terkena penyakit bathin tersebut, kita tidak boleh memandang rendah dan meremehkan seseorang yang sedang kena penyakit bathin tersebut. Sebaiknya kita berusaha untuk membantu menyadarkan (mengobatinya), bukan orangnya yang kita benci tetapi bathinnya yang diobati.

Hikmah dibalik Kesusahan

Hikmah dibalik Kesusahan
Kita bisa menikmati betapa "Nikmat dan Enak" rasa makanan itu disaat sedang merasa "Lapar", tetapi dalam menahan rasa lapar itu kita juga merasakan kenikmatan juga menemukan sebuah hikmah.
Demikian pula dengan "Kesusahan", dalam menjalani kehidupan kita pasti tidak akan terlepas dari "Kesusahan/Musibah". Kita tidak bisa lari dan menghindar dari Kesusahan, dan kita harus menghadapi serta menjalani setiap kesusahan dengan hati yang Ikhlas dan penuh Syukur.
Dibalik kesusahan yang kita alami dan hadapi pasti terselip pelajaran yang baik serta berguna buat kita, apalagi jika kita percaya bahwa "setelah Hujan akan muncul Pelangi dan ada Permata dibalik Airmata".

Minggu, 12 Januari 2014

Jual|Beli|Dicari|Pesan|Distributor|Agen|Keset Karpet

Kami menjual keset dari bahan karpet secara eceran maupun grosir. Anda yang ingin mencari keset dari bahan karpet kami menyediakan. Keset kami ini terbuat dari karpet.
Harga : Rp. 9.000/pcs (untuk minimal order 5 kodi)
Ayo buruan order & hubungi : Ajie 0838 7004 0100

Jual|Beli|Dicari|Pesan|Distributor|Agen|Minuman Lidah Buaya|Aloevera|Minuman Kesehatan

Kami menjual Fanning’s Aloe Vera (Minuman Lidah Buaya) secara eceran maupun grosir (Agen & Distributor). Anda yang ingin mencari Minuman Aloevera / Lidah Buaya kami menyediakan. Fanning’s Aloevera terbuat dari Nata Aloe Vera, Fruktosa, Perisa Buah, Pengatur Keasaman Asam Citrat, benzoat + Sorbat (0.6 dari volume air).

Khasiat & Manfaat Aloevera :
Hasil penelitian setiap 50gr Pelepah Lidah Buaya didalam Fanning’s AloeVera :
* Mengembalikan Stamina Tubuh, membantu penyembuhan Kanker, menghaluskan Kulit, membantu kelancaran Haid, mencegah kerontokan rambut, mengurangi gejala penyakit Jantung, mengatasi susah Buang Air Besar & melancarkan saluran pencernaan, meningkatkan Daya Tahan Tubuh
* Meringankan Wasir, mencegah komplikasi penderita Diabetes & Kolesterol, mencegah Panas Dalam, membantu penyembuhan penyakit Lupus & Persendian
* Meredakan Batuk Rejam & Asthma, mengobati Maag, Reumatik, Hepatitis, mengurangi Stress

Komposisi Gizi Aloevera:
* AloeVera (Lidah Buaya) mempunyai kandungan zat Gizi yang diperlukan tubuh dengan cukup lengkap, yaitu : Vitamin A,B1, B2, B3, B6, B12, C, E, Choline, Inositol dan Asam lolat. Kandungan Mineralnya antara lain : Kalsium (Ca), Potasium (K), Sodium (Na), Besi (Fe), Zinc (Nz) dan Kromium (Cr)
* Diantara unsur Vitamin & Mineral tsb berguna sebagai Anti Oksidan Alami, misalnya : Vit C, E, A, Magnesium dan Zinc. Sebagaimana telah diketahui oleh banyak orang bahwa Anti Oksidan ini berguna untuk menghambat & mencegah Penuan Dini, serangan Jantung dan bermacam-macam penyakit Degenerative
* Pelepah Lidah Buaya juga mengandung Enzim Amylase, Cellulose, Catalase, Carboxypeptidase dan masih banyak lainnya
* Pelepah Lidah Buaya juga mengandung Asam Amino Arginin, Asam Aspatat, Aspragin, Alanin, Valin, Glutamat, Serin, Treonin, Lisin, Prolin, Glisin, Leusin, Isolesin & Hidusin

Dari hasil Uji Materi di Laboratorium menyebutkan bahwa 90% AloeVera (Lidah Buaya) mengandung Cairan yang sangat bermanfaat diantaranya : Resin, Gum, Emodin, Minyak Astiri. Kandungan Asam Amino pada AloeVera bermanfaat nyata untuk Pembangun Sel Jaringan Tubuh dan Regenerasi susunan sel tubuh yang rusak

Produksi : PT Multi Sari Rejeki – Bogor, Indonesia
Tersedia 4 pilihan Rasa : Grape, Lemon, Lychee, Original

Cara Pemesanan / Menjadi Agen :
1. Pembayaran Cash
2. Untuk area Jabodetabek min. diantar 20 karton
3. Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 5.000/btl (Rp. 60.000/karton)
4. Harga Agen/Distributor Rp. 4.000/btl (Rp. 48.000/karton)

Ayo segara dapatkan/order Fanning’s Aloevera, silahkan menghubungi :
Ajie : 0838 700 40 100; FB : Ajie Setyo W

Jumat, 10 Januari 2014

Pelajaran Sebuah BOTOL

Jika kita memperhatikan sebuah "Botol" dan dilihat dari sisi depan, atas, bawah akan tampak berbeda dan tidak sama bentuknya.
Demikian juga jika kita melihat sebuah "Persoalan/Permasalahan", jika hanya dilihat dari satu sisi nanti akan menghasilkan sebuah penilaian yang tidak "Obyektif dan Adil". Dalam melihat serta menilai sebuah masalah kita harus dari berbagai sisi, dengan begitu kita akan mendapatkan sebuah penialain yang "Obyektif dan Adil".
Demikian juga jika kita mendapat amanah menjadi seorang pemimpin, dalam menghadapi sebuah masalah kita harus melihat dan mendengarkan dari berbagai sisi/sumber, terutama dari yang mempunyai masalah itu sendiri. Kita harus mendengarkan dari yang bersangkutan juga dari orang-orang disekelilingnya baik yang suka atau tidak suka. Dengan demikian kita akan mendapatkan solusi serta mensikapi sebuah masalah dengan Bijaksana. Jangan pernah baru mendapatkan laporan dari satu sumber langsung memutuskan bahwa yang dilaporkan itu bersalah.
Dari sebuah botol mengajarkan kita untuk menanggapi masalah itu hanya dari melihat dari "Sisi Luar" tetapi juga dari "Sisi Dalam", jika menanggapi sebuah masalah dari sisi luar dan dalam kita akan lebih Bijaksana dalam menghadapi, mensikapi serta menyelesaikan Masalah.

Kamis, 09 Januari 2014

Filosofi Buku "Menilai Seseorang"

Dalam menjalani kehidupan dan menghadapi tantangan hidup, terkadang kita tidak lepas ”Menyalahkan Orang Lain” padahal mungkin justru kesalahan dari diri sendiri atau hanya merupakan Fitnah.
Dalam menilai Baik atau Buruknya seseorang itu tidak bisa hanya melihat sepintas, karena dalam menilai seseorang kita harus mengenali orang tersebut. Mengenali baik dari sisi kelebihan maupun kekurangannya, dan itu tidak hanya bisa dilihat secara kasat mata tetapi juga dirasakan oleh hati kita.
Dalam menilai dan melihat seseorang itu kita tidak bisa samakan dengan saat kita membeli BUKU, dalam membeli buku kebanyakan kita hanya melihat Cover, Sinopsis, Daftar Isi serta Harga yang tertera untuk melakukan perbandingan. Sebuah buku yang covernya menarik, sinopsisnya membuat penasaran tetapi setelah kita beli dan baca ternyata isinya berbeda dengan cover dan sinopsisnya.
Mengenal seseorang itu lebih rumit dari yang kita pikirkan, tetapi jika dilakukan dengan sungguh pasti akan bisa. Terkadang orang yang sudah kita kanal sangat baik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan. Mengenali orang yang sudah lama kita kenal saja terkadang masih salah apalagi mengenali ”Orang yang baru kita Kenal”.
Dalam menilai seseorang itu jangan pernah dari sudut pandang yang sama, karena sisi positif itu kita dapatkan justru dari pola pikir dan sudut pandang yang berbeda. Misal jika kita melihat buku horor yang membuat bulu kuduk berdiri dan menimbulkan rasa takut, tetapi dari sisi lain bisa membuat kita lebih dekat dengan Allah SWT, bahwa hal yang gaib itu memang ada tetapi tidak dapat dilihat dengan kasat mata tetapi bisa dirasakan.

Maaf, Ikhlas, Doa

MAAFkan yang menyakiti..
IKHLASkan yang menfitnah..
DOAkan yang menghina..
Sulit dilakukan & Pahit dirasakan, tetapi ada Hikmah, Berkah dan keIndahan didalamnya...

Rabu, 08 Januari 2014

Hadapi Kenyataan & Jangan Mengheluh

Setiap kejadian yang terjadi pada diri kita itu semua merupakan Kenyataan, Kebenaran dan Kehendak Allah SWT. Kita harus selalu berdoa dan berusaha/ikhtiar dengan cara yang benar, ikhlas dan bijak untuk mempertahankan serta menikmati kehidupan.
Berhasil atau gagalnya usaha/ikhtiar yang kita lakukan hanya Allah SWT yang menentukan. Apapun yang terjadi dan kita alami adalah kehendak Allah SWT. Jika yang terjadi pada kita itu menyenangkan (suka), kita wajib bersyukur atas limpahan kasih sayang yang Allah SWT berikan kepada kita. Dan jika terjadi yang menyusahkan (duka), kita jangan mengeluh tetapi menerima kenyataan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan atas kehendak Allah SWT, dibalik semua itu pasti ada sebabnya bahkan ada hikmahnya.
Mungkin semua itu merupakan Cobaan/Ujian, tiada manfaatnya kita mengeluh, tetapi kita harus selalu bersyukur dan menyerahkan semuanya pada kehendak Allah SWT.

Selasa, 07 Januari 2014

Benci

Jangan pernah kita membenci seseorang dalam hati, ingatlah kemungkinan suatu ketika kita akan membutuhkan pertolongan dari orang yang kita benci. Dalam kehidupan senantiasa ada tangan terulur untuk kita dan seiring berjalannya waktu kita akan semakin mensyukuri telah diberi nikmat dua tangan; satu untuk menolong diri sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Hidup adalah Perjuangan

Hidup adalah Perjuangan.
Perjuangan merupakan suatu tekad menghadapi semua tantangan dan cobaan yang datang dalam kehidupan dari berbagai sisi tanpa mengenal "apa dan siapa". Tantangan dan cobaan itu beraneka macam, tantangan terhadap : kesehatan, kesejahteraan, kebahagiaan, kehormatan dll.
Tantangan dan Cobaan merupakan romantika, seni dan dinamika kehidupan yang terletak pada bagaimana kita menanggulangi semua tantangan. Menghadapi dan mengatasi semua tantangan dan cobaan itu merupakan Seni Kehidupan. Justru saat itulah yang membuat Hidup itu berarti, beromantika dan bervariasi.
Tantangan dan Cobaan yang bagaimana PAHIT nya harus kita hadapi dan jalani, karena itu adalah Kenyataan dan merupakan sebuah tantangan. Melarikan diri dari tantangan dan cobaan merupakan sikap Pengecut, dan Putus Asa itu merupakan permainan bathin orang lemah Iman.
Hadapi semua tantangan dan cobaan dalam kehidupan dengan penuh keyakinan bahwa semua itu merupakan kewajaran, suatu jalan yang memang harus kita lalui, suatu bagian yang tak terpisahkan dari hidup yang isinya baik buruk, susah senang, suatu proses yang akan membuat kita dewasa dan bijaksana.
Kita harus menghadapi serta mengatasinya dengan diiringi Doa dan Usaha semaksimal mungkin, dilandasi dengan Penyerahan diri pada kekuasaan Allah SWT, dibarengi dengan penuh rasa Syukur, keIkhlasan dan Ketawakalan. Ikhlas jika mengalami Kegagalan, karena sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini merupakan sesuatu yang telah dikehendaki Allah SWT.
Berhasil atau Gagal dalam perjuangan kita bukan suatu Masalah, yang utama adalah Niat, Usaha dan Pelaksanaan perjuangan tersebut. Itulah Perjuangan dan Seni Kehidupan.

Minggu, 05 Januari 2014

4 Jenis Nafsu

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita sebagai manusia biasa tak kan terlepas dari berbagai macam Godaan/Nafsu. Godaan/Nafsu yang sering kita alami termasuk godaan dari panca indra kita sendiri.

Ada 4 (empat) jenis Godaan/Nafsu dalam kehidupan ini :

1. Nafsu Amarah/Marah (warna Merah, unsur Api)
Nafsu Amarah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Telinga / Pendengaran.
Nafsu amarah sering disebut EGO adalah nafsu yang paling : rendah, buruk dan jahat dibandingkan dengan nafsu-nafsu yang lainnya.
Seperti dalam Firman Allah SWT :
“Karena Sesungguhnya nafsu amarah itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”. {QS. Yusuf : 53}

Nafsu amarah merupakan nafsu bawaan lahir menempati lapisan pembungkus terluar, merupakan pembungkus hati nurani dan cahaya nafsu ini berwarna Merah. Sebagai lapisan terluar nafsu ini biasanya cepat sekali respon/reaksinya jika ada sesuatu dibandingkan dengan nafsu lainnya.
Nafsu amarah berasal dari unsur Api, sama dengan jin yang diciptakan dari unsur api, dan nafsu i Disini ada kesamaan unsur antara pembuatan manusia dengan pembuatan jin ini membawa/mewarisi sifat-sifat dari Api.

Sifat-sifat dari api antara lain:
Api mempunyai sifat Panas, dalam diri kita akan selalu membangkitkan rasa panas, emosi, temperamen, mudah tersinggung dan ingin berantem, suka membuat orang lain jengkel dan jengkel sama orang lain, suka memecah belah dan adu domba, suka menfitnah, dan lain-lain.
Api mempunyai warna Merah, jika kita dikuasai nafsu ini muka dan telinga berwarna merah, detak jantungnya kencang (nafsu amarah ini berhungan dengan jantung) Api berposisi tegak keatas atau menantang, jika kita dikuasai oleh nafsu api amarah akan membuat kita sombong dan tidak mau menerima kebenaran, berprasangka buruk pada orang lain, merasa diri sendiri paling bersih.
Kita tetap memerlukan Nafsu Amarah, karena dengan nafsu ini kita akan mempunyai Ambisi. Ambisi untuk maju dan berusaha dalam kehidupan, tetapi Nafsu dan Ambisi yang dalam ajaran agama dan tidak merugikan orang lain. Kita harus pandai mengendalikan hawa amarah yang ditimbulkan oleh nafsu amarah.

Nafsu Amarah merupakan sahabat hidup kita yang menginginkan dan mengajak kearah politik, kecerdasan yang cenderung sombong (pemarah, merasa pandai yang tidak mau dilampaui orang lain). Sesabar apapun kita pasti masih terdapat sifat amarah apabila di ganggu orang lain yang teramat keterlaluan.
Secara ilmiah sifat Amarah merupakan bahwa kita hidup membutuhkan api, sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak api/panas tubuh akan mati maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung api/suhu panas.

2. Nafsu Mutmainah/ Lawwamah/ Kesucian (warna Putih, unsur Udara)
Nafsu Mutmainah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Hidung/Penciuman.
Firman Allah SWT :
Dan tidak! Aku bersumpah dengan nafsu lauwamah (jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri)”. {QS. Al Qiyaamah : 2}

Nafsu lawwamah merupakan nafsu bawaan lahir menempati lapisan pembungkus kedua dari luar setelah nafsu amarah sebagai pembungkus hati nurani. Nafsu Lawwamah adalah nafsu yang selalu menyesali perbuatannya, baik perbuatan terpuji maupun perbuatan tercela, atau bisa diartikan bahwa nafsu ini diri yang tidak mempunyai pendirian.
Nafsu Lawwalah merupakan unsur Angin. Mari kita perhatikan tingkah laku dan sifat angin, angin bergerak tidak menentu arahnya (tidak punya pendirian) dan biasanya angin bergantung kepada musim dan tekanan angin.
Jika kita cenderung tidak mempunyai pendirian, mudah terbawa arus, plinplan dan mudah terseret mode/trend. Tetapi nafsu ini juga mempunyai sisi baik, tergantung bagaimana kita mensikapi dan mengendalikannya.

Nafsu Lawwamah merupakan perwujudan sahabat hidup kita yang selalu menginginkan dan mengajak kearah pemujaan terhadap kemegahan dan kemewahan harta dan benda duniawi. Dalam diri kita tak lepas dari keinginan untuk kesenangan duniawi/kaya walaupun hanya 0.1 %, oleh karena itu jangan munafik dengan harta dunia.
Secara ilmiah Nafsu Lawwamah merupakan pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan Angin/Udara sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak menghirup udara akan mati dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung udara.

3.Nafsu Sufiah/ Mulhimah/ Kesenangan (warna Kuning, unsur Air)
Nafsu Mulhimah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Mata/Penglihatan.
Nafsu mulhimah merupakan nafsu bawaan lahir menempati lapisan pembungkus ketiga dari luar setelah nafsu lawwamah sebagai pembungkus hati nurani.
Nafsu mulhimah berasal dari unsur Air dan mempunyai sifat seperti Air.
Sifat-sifat dari air antara lain:
Air selalu mencari posisi tempat yang paling rendah.
Artinya jika kita dikuasai oleh nafsu ini akan mempunyai sifat rendah hati terhadap sesama dan merasa rendah diri dihadapan Allah SWT.
Air selalu mengambil bentuk dari wadah yang ditempatinya.
Artinya jika kita dikuasai nafsu ini akan pandai menempatkan diri, membawa diri terhadap lingkungan sekitarnya serta bisa menyesuaikan diri kepada siapa yang sedang dihadapinya.
Kita juga mempunyai sifat empati, mudah merasa iba dan belas kasihan kepada orang lain serta suka menolong.

Nafsu Mulhimah merupakan sahabat hidup kita yang menginginkan dan mengajak untuk mengutamakan nafsu ibadah kepada Allah SWT. Sejahat apapun manusia di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik dan prinsifnya tidak ada orang jahat itu 100 % jahatnya.
Secara ilmiah sifat Mulhimah merupakan tanda bahwa kita hidup membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak minum akan mati maka dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung air.

4. Nafsu Alumuah/ Mutmainah/ Makanan (warna Hitam, unsur Bumi/Tanah)
Nafsu Alumuah merupakan nafsu yang ditimbulkan oleh Mulut/Kenikmatan Rasa.
Firman Allah SWT :
“Hai jiwa yang tenang (Muthmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam syurga-Ku”. {QS. Al Fajr : 27-30}

Nafsu Mutmainah merupakan bawaan lahir menempati lapisan pembungkus keempat dari luar setelah nafsu mulhimah sebagai pembungkus hati nurani. Nafsu Mutmainah berasal dari unsur Tanah, dan mempunyai sifat seperti tanah.
Sifat-sifat dari tanah/bumi adalah:
Tanah/bumi sering disakiti tetapi malah selalu memberi Manfaat, kita perhatikan tanah yang selalu kita injak, dicangkuli, diambil isinya (hasil tambang), digunduli rambutnya (ditebangi pohongnya), dirubah bentuknya (diratakan) dan lain-lain. Tetapi tanah tetaplah Sabar. Jika Jika kita sudah mencapai tingkatan Nafsu ini, akan memiliki sifat yang Sabar, rela berkorban serta menanggung beban orang lain, lebih rajin dalam beribadah.

Nafsu Mutmainah merupakan perwujudan sahabat hidup kita yang selalu menginginkan dan mengajak kearah berani membunuh dan kejam apabila diganggu oleh orang lain. Warna Hitam sebagai perwujudan kulit. Selemah apapun kita di dalam diri terdapat sifat kejam / pembunuh dan ingin berontak, maka jangan anggap orang lemah itu tidak punya keberanian untuk membunuh.
Pepatah mengatakan “Semut jika keinjak akan menggigit apalagi kita sebagai manusia".
Secara ilmiah Nafsu Mutmainah menjadi pertanda bahwa kita hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber kehidupan atau jika kita tidak makan zat tanah akan mati, maka dapat di pastikan di dalam tubuh setiap manusia mengandung dzat tanah.

Hindari Sifat Ke-AKU-an

Urip ing alam bebrayan iku yekti angel, kudu biso ngereh marang pakone “si Aku”, ojo mung nggugu karepe dewe lan tansah nuruti howo nepsu. Luwih-luwih ing dino samengko, alam bebrayan ing donyo iku tansah kebak pradondi, silih ungkih rebutan benere dewe. Mulo sing baku, wong urip iku kudu biso miyak aling-aing kang nutupi pikiran kang wening. Lire, senajano sajroning pasulayan kudu tansah biso nyandet kemrungsung “si Aku” istingarah sakehing bedone panemu biso disawijeake.
Dalam menjalani hidup bermasyarakat itu memang susah/sulit, harus bisa meredam dan mengalahkan ke Aku an, jangan lantas seenak dan semaunya sendiri serta selalu menuruti hawa nafsu. Terlebih kelak dikemudian hari, dalam menjalani pergaulan bermasyarakat itu penuh dengan persoalan, perselisihan yang silih berganti serta saling berebut mencari menangnya sendiri. Yang utama dan penting adalah dalam menjalani kehidupan itu harus bisa membuka pintu penghalang yang menutupi kesadaran pemikiran kita. Walaupun menghadapi perselisihan dan perbedaan harus bisa menahan diri serta gejolak ke”AKU”an, berusaha agar perbedaan pendapat bisa disatukan.

Sabtu, 04 Januari 2014

Kejujuran adalah Anugerah

Sopo sing rumongso nduweni kaluputan, ojo isin ngowahi kaluputan sing wis kadung kantindakake. Ngakoni kaluputan mono wis cetho dudu tumindak kang asor, nanging malah nuduhake marang pakarti kang utomo kang ora gampang linakonan dening sadhengah wong. Wong kang wis biso nduweni watak ngakoni kaluputane mangkene iki pantes sinebut wong kang jujur sarto kasinungan ing budi luhur.
Jikalau kita merasa memiliki kesalahan, janganlah kita malu untuk mengakui serta merubah kesalahan yang sudah terlanjur terjadi. Mengakui kesalahan itu bukanlah perbuatan yang hina, tetapi justru menunjukkan watak serta perilaku yang utama dan tidak mudah dilakukan oleh sementara orang. Seseorang yang memiliki watak bersedia mengakui kesalahannya itu sangat pantas disebut orang yang jujur serta telah mendapatkan anugerah menjadi seorang yang berbudi pekerti luhur.

Mensikapi Tuduhan

Yen ati iwis gilig arep gawe kabecikan kanggo karaharjaning liyan lan bebrayan, ojo mikir roso uwas marang pandakwo olo kang ora nyoto. Srananono kanthi jembaring dodo lan sabaring nolo, amrih biso nuwuhake gedhening prbowo lan cabaring sakehing piolo.
Jika hati sudah mempunyai tekad yang bulat untuk berbuat kebaikan pada sesama juga kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat, jangan hiraukan rasa kawatir tentang tuduhan jelek yang tidak beralasan terhadap kita. Bekali dan landasi diri kita dengan dada yang lapang, hati yang sabar, agar dapat menumbuhkan rasa percaya diri, menambah besarnya wibawa dan hilangnya semua keburukan.

Berbicara Benar, Manis dan Manfaat

Yen arep rembugan iku pikiren dhisik tetembungan kang arep diucapke lan wetokne. Opo wis ngenggoni telung perkoro : Bener, Manis, Migunani. Ewo semono sing bener iku isih perlu dithinthingi maneh yen gawe gendrone liyan prayogone diwurungake. Dene tembung kang manis mono ora duwe pamrih, pamrihe biso gawe senenge liyan kang tundhone migunani tumrape jagading bebrayan.
Jika kita ingin mengeluarkan pendapat atau bermusyawarah atau berbicara dengan orang lain, terlebih dahulu kita pikirkan kata-kata dan kalimat yang akan kita ucapkan/sampaikan. Apakah sudah memperhatikan 3 kaidah utama : Benar, Manis, Manfaat. Walau kita sudah merasa kata-kata atau ucapan kita itu Benar, tetapi harus dipertimbangkan lagi, jika nantinya akan mengakibatkan orang lain tersinggung atau masalah bagi orang lain lebih baik dan bijak jika kita urungkan.
Berbeda dengan tutur kata yang Manis, karena tutur kata Manis itu tidak mempunyai pamrih kecuali semata ingin membuat orang lain senang atau bahagia dan akhirnya berManfaat untuk kehidupan bersama.

Jumat, 03 Januari 2014

Filosofi Pacul

Pacul adalah Cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Merupakan perkakas & lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.
Pacul adalah Papat kang uCul (empat yang lepas), yang mempunyai makna Kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yakni : bagaimana kita menggunakan Mata, Hidung, Telinga dan Mulut.
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan hidup.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat, saran & kritik.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang baik.

Nafsu adalah Pelayan & Majikan

Dalam menjalani kehidupan kita tidak akan lepas dari yang namanya Nafsu, dan tidak mungkin kita melenyapkan nafsu karena manusia hidup tidak akan lepas dari nafsu. Nafsu itu ibarat API dalam kehidupan kita. Jika nafsu menjadi Pelayan dalam kehidupan kita, dia akan sangat berguna sekali. Tetapi jika nafsu itu menjadi Majikan dalam kehidupan kita, dia akan sangat berbahaya sekali.
Nafsu itu merupakan "Pelayan yang Setia tetapi juga bisa menjadi Majikan yang Kejam" buat kita, kita harus mampu menjadikan dan mempertahankan "Nafsu sebagai Pelayan bukan Majikan" dalam kehidupan. Nafsu merupakan alat jadi harus kita peralat, maka akan tampak kegunaannya dalam kehidupan. Tetapi jika kita diperalat oleh nafsu, maka akan sangat berbahaya sekali buat kehidupan kita. Jika nafsu menjadi majikan dan memperalat kita, maka kita akan selalu mementingkan kepentingan pribadi (diri sendiri), berpamrih dalam melakukan sesuatu.
Kita sebagai manusia yang tak lepas dari kesalahan dan kekhilafan memang lemah, maka dari itu kita harus selalu Waspada dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar tidak diperbudak oleh Nafsu. Hanya dengan kehendak dan kekuasaan Allah SWT kita akan mampu untuk menjadikan Nafsu sebagai Pelayan dan sebagai Alat dalam kehidupan. Mari kita selalu berserah diri dan meningkatkan keImanan kepada Allah SWT agar kita senantiasa dalam lindungan serta bimbingan-Nya.

Kamis, 02 Januari 2014

berSyukur atas segala Nikmat

Setiap kejadian yang terjadi pada diri kita itu semua merupakan Kenyataan, Kebenaran dan Kehendak Allah SWT. Kita harus selalu berdoa dan berusaha/ikhtiar dengan cara yang benar, ikhlas dan bijak untuk mempertahankan serta menikmati kehidupan. Berhasil atau gagalnya usaha/ikhtiar yang kita lakukan hanya Allah SWT yang menentukan. Apapun yang terjadi dan kita alami adalah kehendak Allah SWT. Jika yang terjadi pada kita itu menyenangkan (suka), kita wajib bersyukur atas limpahan kasih sayang yang Allah SWT berikan kepada kita. Dan jika terjadi yang menyusahkan (duka), kita jangan mengeluh tetapi menerima kenyataan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan atas kehendak Allah SWT, dibalik semua itu pasti ada sebabnya bahkan ada hikmahnya. Mungkin semua itu merupakan Cobaan/Ujian, tiada manfaatnya kita mengeluh, tetapi kita harus selalu bersyukur dan menyerahkan semuanya pada kehendak Allah SWT.

Syukuri segala Nikmat

Kebahagiaan merupakan keadaan jiwa seseorang yang tenang tentram damai dan tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi dan menimpa dirinya adalah kehendak Allah SWT. Jika keadaan tersebut terjadi maka ia dapat menerima dengan hati Ikhlas, tidak kecewa, tidak berduka, tetap mensyukuri apapun yang terjadi serta menikmati atas segala kekuasaan-Nya...

Takabur

,Sudah jamak jika Penyakit itu ada obatnya.
Bersyukurlah jika telah sembuh dari penyakit, dan berhati-hatilah mereka yang sehat karena sewaktu-waktu penyakit dapat menyerang.
Bersyukur dan berbahagialah bagi mereka yang menyadari Kesalahan & Kekhilafan kemudian memperbaiki diri serta bertaubat, daripada mereka yang merasa menjadi orang baik tetapi membanggakan dan menyombongkan kebaikannya sehingga menjadi orang Takabur.

Rabu, 01 Januari 2014

Bersih HATI

Wong kang kulino urip mubra-mubru iku samangsane ngalami sangungan urip sethithik wae adate gampang kethukulan gagasan lan gawe kang cengkah karo bebener, luwih begjo wong kang uripe pokal samadyo nanging resik atine. Dene begjo-begjane wong iku ora koyo wong kang tansah urip ing kahanan kang kebak godho rencono, prasasat topo ono satengahing cobo, nanging tansah tawakal lan kandel keImanane marang Pangeran Kang Moho Kuoso.
Jika seseorang dalam hidupnya terbiasa tidak mengenal aturan, sewaktu mengalami sedikit saja kesulitan dalam kehidupan cenderung tumbuh/muncul gagasan dan kerjaan yang melawan peraturan, sangat beruntung seseorang yang hidupnya biasa-biasa saja tetapi HATI nya bersih. Sedangkan seberuntungnya seseorang yang seperti itu tidak seperti orang yang selalu hidup dalam keadaan yang penuh kebatilan dan angkara, sama halnya sedang bertapa ditengah-tengah cobaan, tetapi selalu berusaha Tawakal dan meningkatkan keImanan kepada Allah SWT.

Peduli pada Sesama

Ora ono wong kang ingaran urip, kejobo kang mikir serto tresno marang wong kang ringkih lan nandhang popo cintroko. Biso melu ngrasakake kasusahane sarto loro lopone wong liyo. Kanti pangroso kang mangkono mau ateges biso nggaduh kekuwatan kang tanpo wates, perlu kanggo mitulungi sepodho-podho kang kahanane luwih nrenyuhake katimbang diri pribadine. Pakarti mono duweke awake dewe, nanging wohing pakarti mau dadi kagungane Kang Gawe Urip.
Tiada orang disebut hidup, kecuali yang peduli, membantu serta belas kasih kepada sesama yang tak berdaya dan sedang menderita. Dapat ikut merasakan penderitaan dan kesengsaraan orang lain. Dengan memiliki rasa tersebut sama artinya kita memiliki kekuatan yang tiada batas, kekuatan yang diperlukan untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan dan keadaannya lebih memprihatinkan dari diri kita. Segala bentuk perbuatan merupakan milik kita sendiri, tetapi buah dari perbuatan kita menjadi milik Allah SWT.

Mawas Diri

Wong pinter mawas diri iku wong kang biso manjing ajur-ajer, ngerti empan papan laras lan reh swasono sakiwotengene tanpo ninggalake subosito. Paribasane wong kang pinter ngadisariro, ojo mung kalimput edining busono, nanging biso’o tansah mersudi marang padhanging semu lan manising wicoro tanpo nglirwakake marang alus lan luwesing solah bowo.
Seseorang yang bisa membawa diri dalam pergaulan itu adalah orang yang bisa menyatu, melebur, memahami situasi dan kondisi, selaras dengan suasana disekitarnya tanpa meninggalkan sopan santun.
Peribahasanya : Orang yang pandai mempercantik diri, jangan hanya fokus dengan keindahan gemerlap pakaian semata. Tetapi dapat selalu berusaha tampil ramah, sopan serta bertutur kata yang baik tanpa meninggalkan perilaku yang lembut, pantas dan sopan.

Hidup Ibarat Buku

Hidup itu ibarat sebuah BUKU.
Sampul Depan merupakan Tanggal Kelahiran sedangkan Sampul Belakang merupakan Tanggal Kematian. Setiap lembar merupakan hari-hari dalam Hidup kita. Ada buku yang isinya Tebal & Tipis. Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya selalu tersedia halaman selanjutnya yang Bersih, Baru & Tiada cacat.
Seburuk apapun Hidup kita kemarin Allah SWT selalu menyediakan hari yang baru untuk kita, untuk bisa melakukan sesuatu yang benar, setiap hari memperbaiki kesalahan & melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya